Wisata Pesisir Berkelanjutan Kuatkan Ekonomi Bahari

Kamis, 05 Februari 2026 | 13:59:37 WIB
Wisata Pesisir Berkelanjutan Kuatkan Ekonomi Bahari

JAKARTA - Pariwisata bahari semakin menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi pesisir Indonesia. 

Sektor ini berkembang seiring meningkatnya minat terhadap destinasi laut yang berkelanjutan. Kontribusinya tidak hanya terasa pada pariwisata, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Perkembangan ekonomi bahari tercermin dari tumbuhnya desa wisata di wilayah pesisir. Aktivitas pariwisata mendorong terbukanya lapangan kerja baru dan usaha berbasis komunitas. Kondisi ini memperlihatkan bahwa laut menjadi sumber daya ekonomi yang strategis.

Penguatan pariwisata bahari juga membawa tanggung jawab besar terhadap lingkungan. Keberlanjutan menjadi kunci agar manfaat ekonomi dapat dirasakan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pengelolaan yang terarah dan kolaboratif menjadi kebutuhan utama.

Kontribusi Ekonomi Bahari bagi Nasional

Ekonomi bahari Indonesia memberikan sumbangan signifikan terhadap pendapatan nasional. Pada 2024, sektor ini mencatat kontribusi sekitar 5,9 miliar dolar AS. Angka tersebut menunjukkan potensi besar pariwisata bahari dalam perekonomian.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh pengembangan destinasi pesisir. Desa wisata menjadi salah satu motor utama dalam peningkatan nilai ekonomi lokal. Masyarakat pesisir memperoleh manfaat langsung dari aktivitas wisata yang berkembang.

Penguatan ekonomi bahari juga menciptakan efek berganda. Sektor pendukung seperti transportasi, kuliner, dan kerajinan ikut tumbuh. Hal ini memperkuat ketahanan ekonomi daerah pesisir.

Perkembangan Desa Wisata Pesisir

Indonesia memiliki sekitar 12.000 desa pesisir yang tersebar di berbagai wilayah. Hingga 2024, lebih dari 2.000 desa telah mengembangkan kegiatan pariwisata bahari. Perkembangan ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mengelola potensi laut.

Desa wisata pesisir menawarkan pengalaman berbasis budaya dan alam. Wisatawan diajak menikmati keindahan laut sekaligus kehidupan masyarakat setempat. Pendekatan ini memperkuat identitas lokal dalam pariwisata.

Pengembangan desa wisata juga mendorong partisipasi komunitas. Masyarakat berperan aktif dalam pengelolaan destinasi. Dengan demikian, pariwisata menjadi alat pemberdayaan ekonomi yang inklusif.

Tantangan Limbah dan Sampah Laut

Di balik pertumbuhan tersebut, tantangan lingkungan masih menjadi perhatian utama. Limbah laut dan sampah di kawasan wisata menjadi persoalan yang kompleks. Masalah ini berpotensi menurunkan kualitas destinasi bahari.

Persoalan sampah tidak dapat diselesaikan secara sektoral. Diperlukan pendekatan terintegrasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Kolaborasi menjadi kunci dalam menangani isu lingkungan laut.

Kesadaran wisatawan dan masyarakat juga memegang peranan penting. Edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu terus ditingkatkan. Upaya ini bertujuan menjaga kelestarian laut sebagai aset pariwisata.

Manajemen Destinasi Berbasis Risiko

Untuk menjaga kualitas pariwisata bahari, aspek keselamatan menjadi prioritas. Pendekatan manajemen destinasi berbasis risiko diterapkan secara bertahap. Sistem ini dirancang untuk melindungi wisatawan dan lingkungan.

Manajemen berbasis risiko mengintegrasikan regulasi yang jelas. Standar operasional destinasi disusun agar mudah dipahami dan diterapkan. Selain itu, pengurangan risiko bencana dilakukan di tingkat lokal.

Pendekatan ini mendorong destinasi lebih siap menghadapi tantangan. Keselamatan wisatawan menjadi bagian dari kualitas layanan. Dengan demikian, kepercayaan terhadap destinasi bahari dapat terjaga.

Gerakan Wisata Bersih dan Keselamatan Selam

Upaya menjaga kebersihan destinasi dilakukan melalui Gerakan Wisata Bersih. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kebersihan di seluruh kawasan wisata. Kawasan bahari menjadi salah satu fokus utama gerakan tersebut.

Gerakan ini mendorong kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, pelaku wisata, dan masyarakat terlibat aktif dalam implementasi. Kebersihan destinasi diharapkan menjadi budaya bersama.

Selain kebersihan, keselamatan wisata selam juga diperkuat. Kolaborasi dengan Divers Alert Network dilakukan untuk meningkatkan standar keselamatan. Langkah ini memastikan aktivitas selam berlangsung aman dan berkelanjutan.

Masa Depan Pariwisata Bahari Berkelanjutan

Pariwisata bahari memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Pengelolaan yang berkelanjutan menjadi fondasi utama pertumbuhan jangka panjang. Keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan harus dijaga.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan mutlak. Pemerintah pusat, daerah, dan komunitas perlu berjalan seiring. Sinergi ini memperkuat daya saing destinasi bahari Indonesia.

Dengan pendekatan berkelanjutan, pariwisata bahari dapat memberi manfaat luas. Ekonomi pesisir tumbuh tanpa mengorbankan lingkungan. Laut tetap lestari sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Terkini