Nikel Dorong Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara

Selasa, 10 Februari 2026 | 15:03:13 WIB
Nikel Dorong Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara

JAKARTA - Perekonomian daerah menunjukkan akselerasi yang konsisten seiring menguatnya aktivitas industri. 

Dorongan utama datang dari sektor pengolahan yang kian terintegrasi. Perkembangan ini memberi sinyal penguatan struktur ekonomi regional.

Peningkatan aktivitas industri pengolahan berbasis nikel dan ekspor yang terus membaik mendorong ekonomi tumbuh kuat di Maluku Utara sepanjang 2025. Arus produksi dan pengiriman komoditas olahan membentuk pola pertumbuhan baru. Dinamika ini memperkuat peran industri sebagai penopang ekonomi daerah.

Kinerja sektor hilirisasi menjadi fondasi yang memperluas nilai tambah. Investasi fasilitas pengolahan memberi dampak berantai ke sektor pendukung. Efeknya terasa pada serapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi lokal.

Hilirisasi dan Kinerja Produksi

Kepala Badan Pusat Statistik Maluku Utara, Simon Sapari, menjelaskan, sektor industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi, seiring meningkatnya produksi komoditas olahan nikel dan berlanjutnya pembangunan fasilitas smelter di wilayah tersebut. Ekspansi kapasitas pengolahan memperdalam rantai nilai industri. Peran smelter memperkuat daya saing produk turunan.

“Seluruh komoditas olahan nikel mengalami pertumbuhan positif. Bahkan, pertumbuhan tertinggi tercatat pada komoditas olahan tertentu yang mencapai 324,89% secara tahunan (year on year/YOY),” kata Simon. Lonjakan ini mencerminkan akselerasi permintaan dan kapasitas produksi. Kinerja tersebut memperlihatkan keberhasilan strategi hilirisasi.

Selain itu, tahun 2025 juga menandai lahirnya produk baru dari hilirisasi nikel di Maluku Utara, yakni plat nikel (nickel plate). Produk ini menjadi indikasi semakin dalamnya struktur industri pengolahan di daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra nikel nasional. Diversifikasi produk memperluas peluang pasar ekspor.

Arus Investasi dan Ekspor

Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal asing tercatat sebesar US$1,7 miliar atau sekitar Rp28,9 triliun. Nilai ini berkontribusi sekitar 10,6% terhadap total PMA nasional. Sebagian besar aliran modal mengarah ke sektor industri pengolahan nikel.

Kinerja perdagangan luar negeri juga menunjukkan tren positif. Nilai ekspor Maluku Utara meningkat 39,19% secara tahunan dan 22,67% YOY. Volume ekspor pun naik signifikan, masing-masing sebesar 36,06% dan 14,31%.

Komoditas unggulan, seperti besi dan baja (HS72), nikel (HS75), serta kimia anorganik (HS28), terus mencatatkan peningkatan sejak 2021. Tren ini mencerminkan penguatan basis industri pengolahan. Konsistensi kinerja ekspor memperkuat posisi Maluku Utara di pasar global.

Permintaan Global dan Mitra Dagang

“Permintaan global, terutama dari China sebagai mitra dagang utama, masih sangat kuat terhadap produk hasil pengolahan nikel,” ujarnya. Daya serap pasar utama menjaga stabilitas volume ekspor. Permintaan tersebut menjadi pendorong kesinambungan produksi.

Hubungan dagang yang kuat memperkuat arus perdagangan. Kepastian permintaan memberi ruang perencanaan produksi jangka menengah. Hal ini membantu pelaku industri menjaga utilisasi kapasitas.

Integrasi dengan pasar global menuntut peningkatan standar kualitas. Penguatan rantai pasok menjadi prioritas agar kinerja ekspor tetap kompetitif. Strategi ini memperkokoh fondasi hilirisasi daerah.

Dampak terhadap Struktur Ekonomi

Pada triwulan IV 2025, produk domestik regional bruto Maluku Utara atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp38,7 triliun, sementara atas dasar harga konstan mencapai Rp21,2 triliun. 

Secara kumulatif, ekonomi Maluku Utara tumbuh 34,17% sepanjang 2025. Capaian ini menempatkan daerah tersebut sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 19,10%, disusul sektor pertambangan sebesar 7,33%. Pertumbuhan ini juga didukung oleh meningkatnya pembentukan modal tetap bruto, terutama melalui impor mesin dan peralatan untuk pembangunan smelter. Dinamika investasi ini mempercepat ekspansi kapasitas produksi.

Meski konsumsi pemerintah mengalami kontraksi akibat kebijakan efisiensi belanja, Simon menegaskan bahwa geliat industri nikel tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah. 

“Maluku Utara memiliki keunggulan dibandingkan provinsi lain karena kekuatan industrinya berbasis sumber daya nikel. Ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Terkini

BRI Super League Soroti Perjuangan Menit Bermain Supriadi

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:44 WIB

BNI Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:44 WIB

Reformasi Pasar Modal Perkuat Kepercayaan Investor

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:43 WIB

Kolaborasi AI Dorong Optimisme Pasar Modal Global

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:43 WIB

OJK Perkuat Tata Kelola Inovasi Keuangan Digital

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:43 WIB