Pertumbuhan Ekonomi Dorong Kinerja Properti Bekasi Kian Meningkat

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:49:09 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Dorong Kinerja Properti Bekasi Kian Meningkat

JAKARTA - Minat masyarakat terhadap hunian di Bekasi terus menunjukkan geliat yang menjanjikan. 

Wilayah ini semakin dipertimbangkan sebagai tempat tinggal ideal bagi kalangan menengah, generasi milenial, serta profesional muda. Perpaduan antara kebutuhan hunian terjangkau dan akses menuju pusat aktivitas menjadi faktor utama pendorong minat tersebut.

Pertumbuhan ekonomi Bekasi yang stabil turut memperkuat keyakinan pasar terhadap prospek properti. Kawasan industri yang luas, infrastruktur yang terus berkembang, serta peningkatan daya beli menciptakan fondasi permintaan yang berkelanjutan. Kondisi ini membuat sektor perumahan dinilai memiliki ruang tumbuh yang konsisten.

Secara umum, hunian di Bekasi berkembang mengikuti kebutuhan pasar urban modern. Pola mobilitas warga yang bekerja di kawasan industri maupun menuju Jakarta memperkuat posisi Bekasi sebagai pilihan strategis. Situasi ini membentuk ekosistem hunian yang terus beradaptasi dengan perubahan gaya hidup.

Kinerja Pasar dan Tren Pertumbuhan Hunian

Kinerja pasar properti Bekasi mencatat pertumbuhan yang cukup menonjol dalam beberapa waktu terakhir. Peningkatan suplai hunian rumah tapak tercatat mencapai 12% pada periode sebelumnya. Angka ini mencerminkan respons pengembang terhadap tingginya permintaan pasar.

Tingkat penjualan properti di Bekasi juga berada pada level yang sangat tinggi. Sales rate mencapai 95,8% dan menempatkan wilayah ini sebagai salah satu yang tertinggi setelah Karawang. Capaian tersebut menandakan bahwa produk hunian yang dipasarkan relatif cepat terserap pasar.

Kondisi ini menunjukkan keseimbangan yang sehat antara pasokan dan permintaan. Pengembang melihat peluang yang masih terbuka lebar untuk meluncurkan proyek baru. Sementara itu, konsumen mendapatkan lebih banyak pilihan hunian sesuai preferensi dan anggaran.

Peran Industri dan Infrastruktur Penggerak

Bekasi dikenal sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia. Ribuan perusahaan manufaktur nasional dan multinasional beroperasi di wilayah ini. Aktivitas industri tersebut menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

Dampak langsung dari geliat industri adalah meningkatnya arus urbanisasi ke Bekasi. Pertumbuhan penduduk produktif mendorong kebutuhan hunian di sekitar kawasan kerja. Sektor pendukung seperti perdagangan, jasa, dan properti ikut bergerak mengikuti dinamika tersebut.

Perkembangan infrastruktur memperkuat daya saing Bekasi sebagai kawasan hunian strategis. Jaringan tol, akses logistik, serta transportasi publik terus diperluas. Kemudahan konektivitas ini memperpendek jarak antara tempat tinggal dan pusat aktivitas ekonomi.

Pengaruh Daya Beli dan Kebijakan Pemerintah

Pertumbuhan ekonomi yang kuat tercermin dari kenaikan Upah Minimum Kabupaten Bekasi. Kenaikan tersebut diharapkan meningkatkan daya beli masyarakat. Dampaknya terasa pada sektor properti, khususnya permintaan hunian komersial.

Kebijakan pemerintah juga memberi dorongan signifikan bagi pasar properti. Insentif berupa PPN Ditanggung Pemerintah serta pembebasan BPHTB untuk pembelian rumah membantu meringankan beban konsumen. Berbagai kebijakan ini membuat proses memiliki rumah menjadi lebih terjangkau.

Secara total, insentif pajak mampu memangkas beban pembelian rumah hingga sekitar 16% dari nilai transaksi. Rinciannya mencakup pemangkasan BPHTB sebesar 5% dan PPN sebesar 11% yang direncanakan naik pada tahun berikutnya. Kondisi ini menciptakan momentum pembelian yang lebih kondusif.

Program Hunian dan Prospek Investasi

Memanfaatkan momentum positif tersebut, pengembang meluncurkan berbagai program hunian tematik. Program Harmoni Spekta 2026 menawarkan hunian real estate di lima proyek berbeda. Proyek tersebut mencakup Harmoni Park Bekasi, Harmoni Park Residence, Harmoni Pasir Mukti, Bukit Mas Residence, dan Zetira.

Harmoni Park Bekasi menghadirkan beragam tipe rumah untuk menjangkau segmen pasar yang luas. Pilihan tipe meliputi Aurora, Amour, Tropiska, dan Gisli dengan rentang harga ratusan juta rupiah. Variasi ini memberikan fleksibilitas bagi pembeli rumah pertama maupun investor.

Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi, dukungan kebijakan, serta pengembangan hunian terjangkau, Bekasi dipandang tetap menarik pada 2026. Kawasan ini dinilai relevan sebagai tempat tinggal sekaligus peluang investasi properti. Prospek jangka menengahnya tetap positif seiring berlanjutnya pembangunan kawasan.

Terkini