Panduan lengkap Cara Membayar Fidyah Puasa dan Hikmah dibaliknya

Jumat, 27 Februari 2026 | 20:51:30 WIB
cara bayar fidyah puasa

Jakarta - Cara bayar fidyah puasa perlu dipahami dengan baik oleh setiap Muslim yang tidak mampu menunaikan puasa Ramadan karena halangan permanen, sehingga tidak memungkinkan untuk diganti di masa mendatang. 

Fidyah berfungsi sebagai kompensasi yang harus dibayarkan sesuai syariat Islam, memastikan kewajiban puasa tetap terpenuhi sekaligus menunjukkan tanggung jawab terhadap ibadah. 

Dengan mengetahui cara bayar fidyah puasa secara benar, seorang Muslim dapat menunaikan kewajiban ini dengan tepat dan menjaga kesempurnaan ibadahnya.

Apa Itu Fidyah?

Secara etimologi, istilah ini berasal dari kata fada yang memiliki makna menebus atau mengganti. 

Dalam konteks syariat, fidyah merujuk pada sejumlah harta yang ditetapkan untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan sebagai pengganti kewajiban menjalankan puasa yang tidak dapat dilakukan. 

Tidak sama dengan qadha, yang menuntut penggantian puasa dengan menunaikan puasa di hari lain, fidyah biasanya diberikan berupa bahan makanan pokok atau sejumlah uang yang setara nilainya untuk memastikan hak orang yang berhak terpenuhi.

Golongan yang Wajib Membayar Fidyah Puasa 

Beberapa golongan umat Islam diwajibkan untuk menunaikan fidyah puasa, antara lain:

  • Lansia yang lemah dan tidak mampu berpuasa: Mereka yang sudah lanjut usia dan kondisi fisiknya terlalu lemah untuk menunaikan puasa, serta tidak ada harapan untuk pulih, harus membayar fidyah untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
  • Penderita penyakit kronis berat: Individu dengan penyakit serius yang sangat kecil kemungkinan sembuhnya dan berpuasa akan membahayakan kesehatannya juga diwajibkan membayar fidyah. 

Biasanya keputusan ini merujuk pada rekomendasi dokter atau tenaga medis terpercaya.

  • Ibu hamil dan menyusui dalam kondisi tertentu: Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai kewajiban fidyah bagi ibu hamil atau menyusui. 

Mayoritas ulama berpendapat bahwa jika mereka meninggalkan puasa karena khawatir terhadap kesehatan diri sendiri atau bayinya, maka wajib melakukan qadha puasa dan membayar fidyah. 

Namun, ada juga yang berpendapat cukup melakukan salah satu dari keduanya, tergantung kondisi kesehatan ibu dan bayinya serta tingkat kekhawatiran yang ada.

  • Orang meninggal dengan utang puasa: Jika seseorang wafat sebelum menunaikan utang puasanya, ahli waris bertanggung jawab membayarkan fidyah dari harta peninggalan almarhum. 

Hal ini dilakukan sebagai bentuk penyelesaian kewajiban agama yang belum ditunaikan oleh almarhum.

Perbedaan Mendasar Antara Fidyah dan Qadha Puasa

Memahami perbedaan antara fidyah dan qadha puasa sangat penting agar kewajiban ibadah dapat dilaksanakan dengan tepat. 

Perbedaan utamanya terletak pada jenis uzur dan cara penggantian puasa:

  • Fidyah: Diperuntukkan bagi mereka yang memiliki uzur permanen atau kondisi yang membuat mereka tidak mungkin menunaikan puasa di masa depan. 

Fidyah dibayarkan berupa makanan pokok atau uang yang setara dengan nilai makanan pokok tersebut, sehingga penggantian puasa secara fisik tidak lagi diperlukan.

  • Qadha: Ditujukan bagi orang yang meninggalkan puasa karena uzur sementara, seperti sakit yang diperkirakan akan sembuh, perjalanan jauh, atau haid. 

Mereka wajib mengganti puasa yang tertinggal pada hari lain di luar Ramadan, ketika kondisi tubuh sudah memungkinkan untuk berpuasa.

Panduan Lengkap Menghitung Besaran Fidyah Puasa

Penentuan jumlah fidyah puasa mengikuti aturan syariat Islam yang jelas. Setiap hari puasa yang ditinggalkan wajib diganti dengan satu mud makanan pokok, yang bisa berupa beras, gandum, atau sejenisnya, sesuai standar tradisi fiqh. 

Hal ini memastikan bahwa kompensasi yang diberikan setara dengan nilai puasa yang tidak dijalankan, sehingga kewajiban spiritual tetap terpenuhi.

Definisi Satu Mud: Satu mud merupakan ukuran volume yang setara dengan kurang lebih 0,6 hingga 0,75 kilogram beras, atau cukup untuk satu porsi makan layak bagi seorang fakir miskin. 

Takaran ini telah menjadi standar umum dalam fiqih Islam sebagai dasar penghitungan fidyah.

Konversi ke Uang di Indonesia: Di Indonesia, praktik yang umum dilakukan adalah mengubah nilai fidyah menjadi bentuk uang. 

Metode ini memudahkan baik bagi yang membayar maupun penerima fidyah. Besaran fidyah per hari biasanya ditetapkan berdasarkan harga satu porsi makan yang layak, yang dapat berbeda-beda di setiap wilayah. 

Secara rata-rata, nilai fidyah per hari di Indonesia berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 40.000, namun bisa berubah menyesuaikan fluktuasi harga kebutuhan pokok di daerah masing-masing.

Cara Menghitung Fidyah Puasa:

  1. Hitung Jumlah Hari Puasa yang Ditinggalkan: Tentukan dengan tepat jumlah hari puasa Ramadan yang tidak dapat dijalankan karena kondisi uzur permanen atau alasan tertentu.
  2. Tentukan Jenis Makanan Pokok: Beras merupakan pilihan yang umum dijadikan standar untuk fidyah di Indonesia.
  3. Hitung Besaran Fidyah per Hari:
    • Jika menggunakan makanan pokok: setiap hari ditetapkan 1 mud.
    • Jika menggunakan konversi uang: kalikan jumlah hari puasa yang ditinggalkan dengan besaran fidyah per hari yang berlaku di wilayah Anda.

Contoh Perhitungan:
Misalkan seseorang tidak bisa berpuasa selama 10 hari karena alasan uzur permanen, dan besaran fidyah di daerahnya adalah Rp 35.000 per hari. Maka total fidyah yang harus dibayarkan adalah:
10 hari × Rp 35.000/hari = Rp 350.000.

Metode Cara Bayar Fidyah Puasa Sesuai Syariat Islam

Terdapat berbagai metode yang dapat digunakan untuk menunaikan kewajiban fidyah puasa, sesuai dengan ketentuan syariat Islam, sehingga memudahkan umat dalam menunaikannya dengan benar. 

Cara bayar fidyah puasa sebaiknya dipilih yang paling praktis dan sesuai kondisi masing-masing.

  • Memberikan Langsung kepada Penerima yang Memenuhi Syarat: Cara yang paling dianjurkan adalah menyerahkan fidyah langsung kepada orang-orang yang berhak menerimanya, yakni mereka yang benar-benar membutuhkan dan termasuk kategori fakir atau miskin. 

Pastikan penerima sesuai kriteria agar fidyah tepat sasaran.

  • Melalui Lembaga Zakat Terpercaya: Saat ini tersedia banyak lembaga amil zakat yang profesional dalam menerima fidyah. 

Lembaga ini akan menyalurkan fidyah secara terorganisir kepada mustahik, sehingga menjadi alternatif praktis bagi mereka yang kesulitan menyalurkan secara langsung.

  • Menyediakan Makanan Pokok untuk Dibagikan: Jika memilih bentuk fidyah berupa bahan pokok, Anda dapat membeli beras atau bahan makanan lain sesuai takaran yang ditentukan, kemudian diserahkan langsung kepada yang berhak menerima.
  • Memberikan dalam Bentuk Uang: Pembayaran uang menjadi opsi yang umum diterapkan. Penerima dapat menggunakan dana tersebut untuk membeli makanan pokok atau kebutuhan penting lain. 

Pastikan nominal yang diberikan setara dengan takaran makanan pokok yang diwajibkan agar fidyah tetap sah dan bermanfaat.

Besaran dan Bentuk Fidyah
Jumlah fidyah yang harus dibayarkan ditetapkan satu mud untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. 

Fidyah dapat diberikan dalam bentuk bahan pokok, seperti beras, gandum, atau sejenisnya dengan takaran sekitar 0,7 kg per hari, bisa juga berupa makanan siap saji maupun uang tunai sesuai nilai setara makanan pokok.

Waktu Pembayaran
Fidyah dapat dibayarkan pada beberapa waktu:

  1. Saat meninggalkan puasa pada hari yang sama.
  2. Di akhir bulan Ramadan secara sekaligus.
  3. Setelah Ramadan, asalkan belum memasuki Ramadan berikutnya.

Pentingnya Niat
Seperti ibadah lain, niat yang tulus menjadi faktor utama diterimanya fidyah. Saat membayar, baik dalam bentuk makanan atau uang, niat harus diarahkan semata-mata karena Allah SWT. 

Contohnya, niat dapat diucapkan dalam hati: “Saya niat membayar fidyah puasa karena Allah.”

Hikmah Membayar Fidyah
Kewajiban membayar fidyah memiliki beberapa hikmah penting:

  • Menjaga Keseimbangan Ibadah: Fidyah memungkinkan seseorang tetap menunaikan kewajiban puasa meski tidak mampu berpuasa secara fisik.
  • Meningkatkan Kepedulian Sosial: Dengan menyalurkan fidyah kepada fakir miskin, umat Islam diajak berbagi, peduli, dan meringankan beban sesama.
  • Menunjukkan Ketaatan kepada Allah: Fidyah menjadi bukti ketaatan seorang Muslim terhadap perintah Allah SWT, meskipun dalam kondisi yang sulit.

Dengan memahami seluruh aspek terkait fidyah, mulai dari definisi, golongan yang wajib, perhitungan, hingga cara pembayaran, setiap 

Muslim dapat melaksanakan kewajiban ini dengan tepat sesuai syariat Islam, sehingga nilai ibadah puasa tetap terjaga walau ada uzur.

Sebagai penutup, memahami aturan dan ketentuan yang benar akan memudahkan setiap Muslim menunaikan kewajibannya dengan tepat melalui cara bayar fidyah puasa.

Terkini