PTPP

PTPP Tuntaskan Kampus Terpadu UIN Malang Tahap Kedua

PTPP Tuntaskan Kampus Terpadu UIN Malang Tahap Kedua
PTPP Tuntaskan Kampus Terpadu UIN Malang Tahap Kedua

JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk merampungkan pembangunan gedung UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahap II yang berlokasi di Kota Batu, Jawa Timur. 

Proyek ini menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan pendidikan terpadu yang dirancang untuk menjawab kebutuhan akademik jangka panjang. Penyelesaiannya menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung sektor pendidikan nasional.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menyampaikan bahwa proyek tersebut dilaksanakan untuk Kementerian Agama dengan dukungan pendanaan dari Saudi Fund for Development. 

Seluruh proses pembangunan menerapkan standar tata kelola, pengendalian mutu, serta sistem pelaporan proyek yang ketat. Pendekatan ini disesuaikan dengan praktik internasional agar kualitas bangunan terjaga optimal.

Pembangunan tahap kedua ini melanjutkan visi besar kampus terpadu yang telah dirancang sejak awal. Seluruh fasilitas direncanakan saling terhubung dalam satu kawasan yang terintegrasi. Dengan demikian, aktivitas akademik, hunian, dan pendukung dapat berjalan lebih efisien.

Desain Arsitektur dan Nilai Simbolik

Keberhasilan proyek ini ditandai dengan diraihnya Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai perguruan tinggi pertama dengan desain bangunan berlafaz “Ar-Rahim”. Joko Raharjo menyatakan bahwa pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi perseroan dan institusi pendidikan. Desain ini menghadirkan identitas unik yang sarat makna.

Menurut Joko, desain arsitektural tersebut tidak hanya menonjolkan keindahan visual. Konsep bangunan juga merepresentasikan nilai kasih sayang, kemanusiaan, dan spiritualitas. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam proses pendidikan di lingkungan kampus.

Keunikan desain ini memperkuat karakter UIN sebagai perguruan tinggi berbasis keislaman. Bangunan tidak sekadar berfungsi sebagai ruang belajar, tetapi juga simbol nilai. Pendekatan ini menunjukkan bahwa infrastruktur dapat membawa pesan moral bagi penggunanya.

Lingkup Pekerjaan dan Fasilitas

Proyek tahap II memiliki nilai kontrak sebesar Rp674,66 miliar yang mencakup pekerjaan gedung dan infrastruktur kawasan. Lingkup pembangunan meliputi Fakultas Teknik, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Kedokteran. Selain itu, dibangun pula asrama mahasiswa serta pusat kegiatan keislaman.

Infrastruktur pendukung turut menjadi bagian penting dari proyek ini. Jaringan jalan utama kawasan, sistem pencahayaan, serta dinding penahan tanah dibangun untuk menunjang mobilitas dan keamanan. Seluruh elemen tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan kampus yang nyaman.

PTPP juga menerapkan panel surya sebagai bagian dari dukungan terhadap efisiensi energi. Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan. Penggunaan energi terbarukan diharapkan mampu mengurangi dampak lingkungan jangka panjang.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Joko Raharjo berharap kehadiran fasilitas pendidikan yang modern dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Peningkatan kualitas proses belajar mengajar menjadi salah satu tujuan utama proyek ini. Selain itu, akses pendidikan tinggi di wilayah Jawa Timur diharapkan semakin luas.

Aktivitas pembangunan dan operasional kawasan kampus turut memberikan efek berganda bagi perekonomian lokal. Penciptaan lapangan kerja terjadi selama masa konstruksi hingga operasional. Ekosistem usaha di sekitar kampus juga ikut terdorong untuk berkembang.

Keberhasilan proyek ini mencerminkan komitmen perseroan dalam menjaga kualitas sekaligus memberikan nilai tambah sosial. PTPP menempatkan pembangunan tidak hanya sebagai kegiatan bisnis. Pendekatan tersebut memperkuat peran perusahaan dalam pembangunan nasional.

Komitmen Tata Kelola dan Pembangunan Nasional

Pengembangan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahap II menunjukkan kemampuan PTPP mengelola proyek kawasan dengan kompleksitas tinggi. Standar tata kelola internasional diterapkan secara konsisten sejak awal hingga penyelesaian. Hal ini menjadi bukti kapabilitas perusahaan sebagai kontraktor terintegrasi.

Joko menilai rekor MURI yang diraih menjadi simbol bahwa pembangunan infrastruktur dapat menghadirkan makna. Bangunan kampus tidak hanya berfungsi secara fisik, tetapi juga membawa nilai bagi masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan.

Proyek ini dinilai sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. PTPP terus memperkuat kapabilitas operasional melalui penerapan teknologi konstruksi, ERP, dan BIM. Langkah tersebut mendukung pemerataan akses pendidikan dan tujuan pembangunan jangka panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index