JAKARTA - Gelaran Muktamar Nahdlatul Ulama tahun 2026 mulai menunjukkan kejelasan arah pelaksanaan.
Organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut memastikan bahwa agenda lima tahunan itu akan digelar pada pertengahan tahun, dengan berbagai persiapan yang kini terus dimatangkan secara bertahap.
Nahdlatul Ulama memastikan Muktamar NU akan digelar pada pertengahan 2026, dengan persiapan yang kini terus dimatangkan. Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, saat bersilaturahmi dengan tokoh NU di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur,.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa organisasi telah memasuki fase serius dalam menyusun agenda besar yang akan melibatkan berbagai elemen penting di dalam tubuh NU. Konsolidasi internal pun terus dilakukan guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
Panitia Inti Sudah Dibentuk, Persiapan Terus Berjalan
Saifullah Yusuf mengungkapkan kepanitiaan inti Muktamar telah dibentuk dan persiapan terus berjalan secara bertahap. “Alhamdulillah saya dipercaya menjadi ketua panitia untuk seluruh rangkaian kegiatan tersebut,” ujarnya.
Pembentukan panitia inti menjadi langkah awal yang krusial dalam penyelenggaraan muktamar. Dengan struktur dasar yang sudah terbentuk, berbagai program kerja mulai disusun untuk mendukung kelancaran acara. Panitia juga mulai mengatur pembagian tugas agar setiap bagian dapat bekerja secara optimal.
Selain itu, proses persiapan tidak hanya berfokus pada teknis pelaksanaan, tetapi juga mencakup penyusunan substansi acara. Hal ini penting mengingat muktamar bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan forum strategis untuk menentukan arah organisasi ke depan.
Agenda Pendahuluan: Konbes dan Munas Alim Ulama
Sebelum pelaksanaan muktamar, PBNU juga akan menggelar sejumlah agenda penting, seperti konferensi besar (konbes) dan musyawarah nasional (munas) alim ulama. Sejumlah tokoh nahdiyin turut dilibatkan dalam kepanitiaan, baik sebagai panitia pengarah maupun panitia pelaksana, di antaranya Mohammad Nuh dan Amin Said Husni.
Rangkaian kegiatan pendahuluan ini memiliki peran penting dalam merumuskan berbagai isu strategis yang akan dibahas dalam muktamar. Konbes dan munas menjadi forum untuk menyerap aspirasi serta merumuskan rekomendasi yang nantinya akan dibawa ke tingkat yang lebih tinggi.
Dengan melibatkan tokoh-tokoh berpengalaman, diharapkan proses perumusan kebijakan dapat berjalan lebih matang dan komprehensif. Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen organisasi dalam menjaga kualitas keputusan yang dihasilkan.
Lokasi Belum Dipastikan, Jadwal Diperkirakan Pertengahan Tahun
Saat ini, panitia masih menyusun struktur organisasi secara lengkap serta menyiapkan materi yang akan dibahas dalam rangkaian konbes, munas, hingga muktamar.
Meski demikian, lokasi pelaksanaan Muktamar NU hingga kini masih belum ditentukan. PBNU memperkirakan agenda besar tersebut akan digelar pada Juli atau paling lambat Agustus 2026.
Penentuan lokasi menjadi salah satu aspek penting yang masih dalam tahap pembahasan. Berbagai pertimbangan, mulai dari kesiapan infrastruktur hingga dukungan daerah, menjadi faktor yang diperhitungkan sebelum keputusan akhir diambil.
Momentum Penting bagi Regenerasi Kepemimpinan NU
Muktamar ini juga akan menjadi momentum penting bagi kader NU karena membuka kesempatan bagi mereka yang memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum PBNU.
Selain sebagai forum pengambilan keputusan strategis, muktamar juga menjadi ajang regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi. Kesempatan ini memberikan ruang bagi kader terbaik untuk berkontribusi lebih besar dalam memimpin NU ke depan.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, pelaksanaan Muktamar NU 2026 diharapkan dapat berjalan lancar serta menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi organisasi dan masyarakat luas.