JAKARTA - Memasuki awal April 2026, perhatian masyarakat kembali tertuju pada perkembangan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Indonesia. .
Hal ini tidak terlepas dari kebiasaan penyesuaian harga yang biasanya dilakukan setiap bulan, serta dinamika global yang kerap memengaruhi kebijakan energi nasional.
Di tengah berbagai faktor eksternal seperti fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah, pemerintah bersama Pertamina tetap menjaga stabilitas harga BBM. Kondisi ini menjadi kabar penting bagi masyarakat yang bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari, baik transportasi maupun sektor usaha.
Penyesuaian Harga BBM dan Faktor Penentu
Inilah update daftar harga BBM Pertamina terkini per 3 April 2026 di SPBU seluruh wilayah Indonesia.
Biasanya setiap bulan Pertamina melakukan penyesuaian harga.
Kenaikan atau penurunan harga BBM tersebut mengacu pada tren harga rata-rata minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Kebijakan penyesuaian harga BBM ini juga atas kewenangan Pertamina dan pemerintah.
Kini kenaikan harga juga bisa dipicu karena situasi memanasnya perang di Israel-Amerika Serikat dan Iran.
Namun, di tengah isu kelangkaan BBM akibat konflik geopolitik perang di Timur Tengah tersebut, pemerintah melalui Pertamina memilih menjaga kestabilan harga.
Untuk memastikan apakah ada perubahan harga, Anda bisa mengecek update daftar harga BBM terkini secara berkala.
Selain itu, harga BBM ini bisa beda-beda di setiap wilayah di Indonesia.
Kini awal bulan April 2026, apakah ada perubahan harga BBM? Bagaimana harga BBM hari ini? Dan bagaimana harga BBM subsidi seperti pertalite dan solar?
Harga BBM di Pulau Jawa dan Sekitarnya
Di wilayah Pulau Jawa, termasuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga BBM relatif seragam.
Pertamax dibanderol Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Turbo berada di angka Rp13.100 per liter. Untuk varian ramah lingkungan, Pertamax Green dipasarkan seharga Rp12.900 per liter.
Sementara itu, Pertamina Dex dijual Rp14.500 per liter dan Dexlite Rp14.200 per liter. Adapun BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar masing-masing tetap di harga Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Kondisi ini menunjukkan tidak adanya perubahan harga dibandingkan periode sebelumnya, khususnya di Jawa Barat yang menjadi salah satu acuan utama.
Perbedaan Harga BBM di Luar Jawa
Berbeda dengan Pulau Jawa, beberapa wilayah di luar Jawa memiliki variasi harga yang sedikit lebih tinggi. Misalnya di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Utara, harga Pertamax mencapai Rp12.900 per liter.
Untuk Pertamax Turbo di wilayah tersebut berada di kisaran Rp13.650 per liter, sedangkan Pertamina Dex bisa mencapai Rp15.100 per liter dan Dexlite Rp14.800 per liter.
Sementara itu, di wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, hingga sebagian besar wilayah Sulawesi dan Papua, harga Pertamax berada di angka Rp12.600 per liter.
Meski terdapat perbedaan harga antarwilayah, BBM subsidi tetap memiliki harga yang sama di seluruh Indonesia, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Stabilitas Harga di Tengah Tekanan Global
Stabilnya harga BBM pada April 2026 menjadi perhatian tersendiri, mengingat situasi global yang sedang tidak menentu. Konflik geopolitik di Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran, berpotensi memengaruhi pasokan energi dunia.
Namun demikian, pemerintah memilih untuk tidak menaikkan harga BBM dalam periode ini. Langkah tersebut diambil guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus menghindari dampak lanjutan terhadap inflasi.
Kebijakan ini juga mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan kebutuhan energi nasional. Dengan mempertahankan harga, diharapkan aktivitas ekonomi tetap berjalan lancar tanpa tekanan tambahan dari sektor energi.
Update Harga BBM dan Perbandingan Sebelumnya
Pada April 2026 di Jawa Barat, lima jenis BBM masih sama seperti di bulan Maret 2026 yang sempat mengalami kenaikan daripada bulan Februari 2026.
Harga Pertamax sebelumnya Rp11.800 naik Rp500 menjadi Rp12.300 per liter.
Harga Pertamax Turbo sebelumnya Rp12.700 naik Rp400 menjadi Rp13.100 per liter.
Harga Pertamax Green sebelumnya Rp12.450 naik Rp450 menjadi Rp12.900 per liter.
Harga Pertamina Dex sebelumnya Rp13.500 naik Rp1.000 menjadi Rp14.500 per liter.
Harga Dexlite sebelumnya Rp13.250 naik Rp950 menjadi Rp14.200 per liter.
Sedangkan, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan sejak penyesuaian terakhir pada 2022.
Untuk harga pertalite dan solar tersebut tidak mengalami perubahan harga sejak tahun 2022 lalu.
Kini, harga pertalite masih dibanderol Rp 10.000 per liter dan solar Rp 6.800.
Dengan kondisi ini, masyarakat diharapkan tetap memantau perkembangan harga BBM secara berkala, mengingat perubahan dapat terjadi sewaktu-waktu mengikuti dinamika global dan kebijakan pemerintah.