EKONOMIDIGITAL.CO.ID — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menekankan pengembangan desa wisata di Lampung tidak boleh hanya mengandalkan keindahan alam. Potensi alam mesti diintegrasikan dengan kuliner, akomodasi, transportasi, konektivitas internet, hingga ruang foto yang menarik bagi pengunjung. Integrasi itu menjadi bagian dari 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia yang digagas kementeriannya.
Menurut Yandri, keindahan alam saja tidak cukup membuat wisatawan kembali. Desa wisata perlu menyediakan paket lengkap agar pengunjung tinggal lebih lama dan menceritakan pengalamannya kepada orang lain.
Integrasi Layanan Jadi Kunci Daya Tarik Desa Wisata
Yandri menyebut sejumlah unsur yang harus ditonjolkan pengelola desa wisata. Mulai dari makanan khas, tempat foto, akomodasi, transportasi, hingga wifi gratis.
"Jadi untuk Lampung desa wisata itu kan alamnya sudah ada tapi harus terintegrasi makanan, tempat foto, akomodasi, wifi gratis, semua harus ditonjolkan agar orang enggak cuma datang sekali tapi juga cerita ke lainnya jadi mengundang wisatawan lain. Jangan hanya mengandalkan kondisi alamiah saja," kata Yandri.
Produk hasil bumi Lampung seperti nanas, singkong, dan pisang dinilai bisa menjadi penopang ekonomi warga jika diolah dan dipasarkan lewat jalur wisata. Pendekatan itu sejalan dengan upaya membangun desa sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
Desa Tematik dan Pengiriman Pemuda ke Jepang
Integrasi desa wisata juga mencakup upaya mewujudkan desa tematik. Program itu merupakan salah satu dari 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia yang dijalankan Kemendes PDT.
Pembangunan yang dipusatkan ke desa turut menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu caranya lewat pemberian kesempatan kepada pemuda desa untuk belajar dan bekerja di Jepang.
Warga desa yang terpilih dan terlatih akan dikirim ke Jepang, lalu kembali ke Tanah Air untuk menerapkan ilmu yang diperoleh. Yandri menegaskan program itu butuh kolaborasi banyak pihak, tidak hanya Kemendes PDT.
"Kalau tidak didukung sama pemerintah daerah, dinas, kepala desa, maka semua usaha ini tidak akan berhasil," ujarnya.
Lampung Optimistis Jadi Mesin Penggerak Ekonomi
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan optimistis desa di daerahnya akan maju melalui kolaborasi dengan kementerian. Lampung, katanya, siap mendongkrak perekonomian nasional dengan melibatkan masyarakat mengolah seluruh potensi.
"Kita yakin program di Kementerian Desa akan bisa dikolaborasikan dengan program-program di Desa Provinsi Lampung. Kita yakin karena fokus pembanguunan di desa dan pertumbuhan ekonomi di desa sangat baik, kami yakin ini bisa menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi," ujar Rahmat.
Pemerintah daerah, dinas terkait, dan kepala desa disebut menjadi penentu apakah integrasi layanan di desa wisata Lampung berjalan sesuai rencana. Tanpa dukungan itu, program desa tematik dan pengiriman pemuda ke Jepang berisiko berhenti di tataran wacana.