JAKARTA - Mudik Lebaran selalu menjadi momen penting yang melibatkan jutaan perjalanan antarwilayah.
Persiapan perjalanan kini semakin mengandalkan teknologi untuk membantu perencanaan rute dan waktu tempuh. Inisiatif kolaboratif dihadirkan untuk memberikan kemudahan akses informasi perjalanan secara terpadu.
Google Indonesia berkolaborasi dengan Korlantas Polri dan Jasa Marga untuk menyukseskan musim mudik 2026. Kolaborasi ini diwujudkan dengan merilis fitur tambahan pada aplikasi Google Maps dan Travoy. Kehadiran fitur ini diharapkan mempermudah masyarakat dalam merencanakan perjalanan jauh.
Kolaborasi ini juga diarahkan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih aman dan efisien. Informasi digital yang terintegrasi menjadi kunci dalam membantu pemudik menentukan rute terbaik. Dengan dukungan teknologi, perjalanan mudik diharapkan berjalan lebih tertib dan lancar.
Fitur Baru untuk Navigasi Perjalanan
Strategic Partner Development Manager, Geo Google Indonesia, Ricard Darsono menjelaskan fitur-fitur baru tersebut. Fitur itu meliputi visualisasi rute dengan opsi menghindari jalan tol, perkiraan tarif tol, unduhan peta offline, dan jadwal transportasi umum termasuk kereta api. Fitur-fitur ini dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna yang beragam.
"Contohnya seperti yang saya katakan tadi ada visualisasi rute. Dan dalam rute tersebut juga ada beberapa opsi yang bisa masyarakat pilih. Dari misalnya ingin menghindari jalan tol atau perkiraan harga di jalan tol, dan mendownload mapnya sebagai offline map, dan juga bisa melihat jadwal transportasi umum yang mencakup juga kereta api jadwalnya," kata Ricard Darsono.
Selain itu, Google juga menyajikan informasi terkini mengenai rest area, pos polisi, masjid, dan point of interest (POI) lainnya. Informasi ini akan tersedia untuk masyarakat dalam waktu sekitar satu setengah bulan. Penyediaan data ini diharapkan mempermudah pemudik mencari fasilitas selama perjalanan.
Peran Korlantas dalam Rekayasa Lalu Lintas
Kontribusi Korlantas Polri menjadi bagian penting dalam kolaborasi ini. AKBP Renaldi Oktavian menjelaskan, Korlantas akan berkontribusi dalam manajemen rekayasa lalu lintas. Informasi ini penting agar masyarakat memiliki acuan dalam merencanakan perjalanan mudik.
"Jadi bagaimana merencanakan perjalanan sampai dengan tujuan yang akan dilalui. Karena prinsipnya tahun ini sama, kita akan melayani masyarakat untuk bisa melaksanakan kegiatan perayaan kemudian ibadah, kemudian juga berkumpul bersama keluarga dan ini kami bekerja sama tetap Korlantas dengan Jasa Marga yang melaksanakan operator tol hampir secara keseluruhan di Indonesia," ujar Renaldi.
Peran Korlantas juga berkaitan dengan pengaturan arus kendaraan di titik-titik krusial. Informasi rekayasa lalu lintas akan membantu masyarakat menghindari kepadatan. Dengan perencanaan matang, risiko kemacetan diharapkan dapat ditekan.
Integrasi Data Jalan Tol
Integrasi data jalan tol menjadi salah satu fokus utama dalam kolaborasi ini. Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, menambahkan bahwa Jasa Marga bekerja sama dengan Google untuk mengintegrasikan data jalan tol ke dalam Google Maps melalui aplikasi Travoy. Integrasi ini bertujuan memberikan informasi yang lebih akurat kepada pengguna.
"Jadi nanti bisa melalui aplikasi Travoy yang juga di dalamnya kami bekerjasama melalui petanya di Google Maps ini tentunya dengan tambahan-tambahan informasi yang memang kami miliki, didapatkan dari lebih dari 3500 CCTV, juga ada radar dan juga beberapa teknologi informasi lainnya, yang tentunya ini mendukung kebutuhan informasi dari masyarakat yang akan melakukan mudik melalui jalan tol," jelas Lisye.
Data yang terintegrasi akan membantu pemudik memantau kondisi jalan secara real time. Informasi dari ribuan CCTV dan teknologi pendukung meningkatkan akurasi pemantauan arus lalu lintas. Dengan begitu, pemudik dapat mengambil keputusan rute yang lebih tepat.
Dampak Kolaborasi bagi Pemudik
Kolaborasi ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat saat melakukan perjalanan jauh. Lisye menekankan bahwa kolaborasi ini akan mendukung kebutuhan masyarakat yang bepergian saat lebaran, baik saat mudik maupun kembali ke rumah.
"Kolaborasi ini tentunya akan terus kami tingkatkan untuk mendukung dan juga menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam merencanakan perjalanan di jalan tol," pungkasnya.
Ketersediaan informasi yang terintegrasi memberikan rasa aman bagi pemudik. Akses terhadap rute, fasilitas, dan kondisi lalu lintas membantu mengurangi ketidakpastian perjalanan. Hal ini juga mendorong pemudik untuk lebih siap sebelum berangkat.
Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi lintas lembaga, pengalaman mudik diharapkan semakin nyaman. Perjalanan dapat direncanakan secara lebih matang dan efisien. Upaya ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan perjalanan bagi masyarakat.