RayNeo GT Meluncur dengan Harga USD 299, Lebih Ringan dan Dukungan Dolby Vision

Minggu, 20 September 2026 | 05:29:00 WIB
RayNeo GT Meluncur dengan Harga USD 299, Lebih Ringan dan Dukungan Dolby Vision

EKONOMIDIGITAL.CO.ID — RayNeo GT resmi meluncur di segmen harga USD 299 dengan bobot 8 gram lebih ringan dari pendahulunya, RayNeo Air 4 Pro. Kacamata pintar ini membawa chip pelacakan spasial 3DoF native dan dukungan Dolby Vision yang sebelumnya tidak ada di kelas harganya. Bagi pengguna yang mencari layar virtual portabel, kehadiran GT menambah pilihan di segmen yang persaingannya makin ketat.

RayNeo kembali merilis produk baru tak lama setelah Air 4 Pro. Kali ini perusahaan memperkenalkan RayNeo GT, kacamata pintar yang menyasar segmen harga USD 299 (harga AS, belum ada info harga Indonesia). Meski banderolnya sama dengan Air 4 Pro, ada sejumlah peningkatan desain dan spesifikasi yang membuat GT lebih kompetitif.

Bobotnya turun 8 gram dibanding Air 4 Pro. RayNeo juga menyematkan chip pelacakan spasial 3DoF native serta chipset Vision 4000 yang menangani konversi SDR ke HDR dan peredupan PWM 3840Hz.

Tiga Ukuran IPD, Fitur yang Jarang Ada di Kelas Harga Ini

Salah satu pembaruan terpenting ada di ukuran IPD (interpupillary distance). RayNeo GT tersedia dalam tiga varian: kecil (IPD 63 ke bawah), sedang (IPD 64–67), dan besar (IPD 68 ke atas).

Sebelumnya, pengguna dengan IPD lebar kerap kesulitan memakai kacamata RayNeo karena hanya tersedia satu ukuran. Kini mereka punya opsi yang sesuai tanpa harus memaksakan mata menyilang. Pengguna juga bisa mengatur ukuran layar di dalam kacamata untuk menyesuaikan skala konten.

Dua fitur itu tidak lazim ditemukan di rentang harga USD 299. RayNeo tampaknya ingin menjadikan kenyamanan pemakaian sebagai pembeda utama dari pesaing.

Pelacakan 3DoF dan Mode Follow yang Bebas Flicker

Chip pelacakan 3DoF native di RayNeo GT bekerja dengan baik. Pengguna bisa memilih tiga mode lewat tombol di bagian atas temple kanan: steady, anchor, dan follow (0DoF).

Mode Follow 0DoF jadi pilihan terbaik bagi yang sensitif terhadap flicker. Sebab, mode 3DoF maupun 6DoF memunculkan flicker low-persistence atau black frame insertion yang bisa memicu sakit kepala pada sebagian orang.

RayNeo juga membekali GT dengan layar 10-bit native dan dukungan perangkat lunak untuk konten Dolby Vision 12-bit. Untuk menikmati Dolby Vision, pengguna perlu memasangkannya dengan perangkat Pocket TV dari RayNeo.

Pocket TV berfungsi sebagai remote yang mengubah kacamata menjadi Google TV portabel. Perangkat ini bekerja baik untuk streaming, meski terbatas untuk unduhan offline. Jika butuh pemutaran offline, menggunakan ponsel sebagai remote jadi opsi yang lebih praktis.

Audio Open-Ear dan Keterbatasan yang Perlu Diperhatikan

Kualitas audio dari speaker open-ear empat unit tergolong mengesankan. Suaranya cukup lantang tanpa harus memakai sound tube yang dijual terpisah. Berbeda dari Air 4 Pro yang menyertakan sound tube di dalam paket, RayNeo GT tidak membundel aksesori itu.

Namun ada satu kekurangan yang cukup mengganggu: lensa RayNeo GT tidak memiliki tinting maupun peredupan electrochromic. Panel micro-OLED-nya memang terang, tapi tetap bisa kalah oleh cahaya ambien di luar ruangan.

Di dalam kabin pesawat yang remang, masalah ini mungkin tidak terasa. Di tempat lain, kemungkinan besar akan terasa mengganggu. Pengguna disarankan membeli penutup lensa terpisah jika ingin memakai GT di siang hari.

Secara keseluruhan, RayNeo GT termasuk kacamata pintar paling kompetitif di kelas harganya. Bagi yang menginginkan perangkat lebih modular, Xreal XBX A01+ bisa jadi alternatif karena desainnya memang dirancang untuk itu.

Terkini