Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Kebutuhan Energi di Istana

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Kebutuhan Energi di Istana

EKONOMIDIGITAL.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu sore, dengan agenda utama pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri. Sejumlah menteri dan pimpinan lembaga tiba sekitar pukul 16.00 WIB, beberapa jam setelah Prabowo meresmikan rute baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut rapat membahas sejumlah langkah konkret, termasuk dorongan penggunaan bahan bakar di atas B50.

Rapat terbatas yang berlangsung Rabu sore itu dihadiri jajaran menteri dari klaster energi, pangan, dan keuangan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara tercatat masuk ke ruang rapat.

Hadir pula Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani. Sebagian besar dari mereka tiba di Istana sekitar pukul 16.00 WIB, tak lama setelah Presiden menyelesaikan peresmian rute baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai.

Langkah Pemenuhan Energi dan Dorongan B50

Bahlil menjelaskan rapat membahas beberapa langkah pemerintah untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Ia juga menyebut kemungkinan melaporkan rencana pengembangan dan pemanfaatan potensi energi domestik kepada Presiden.

"Hari ini kami akan melakukan rapat dengan Bapak Presiden terkait dengan beberapa langkah-langkah dalam rangka memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri kita," kata Bahlil menjawab pertanyaan wartawan sebelum masuk ruangan rapat.

Soal bahan bakar, Bahlil menyatakan pemerintah akan mendorong penggunaan campuran biodiesel di atas B50. "Kita akan dorong untuk bahan bakar di atas B50 ya," ujarnya menambahkan.

Pernyataan itu mengindikasikan arah kebijakan energi yang lebih agresif dibandingkan mandatori B40 yang selama ini berjalan. Pemerintah belum merinci jadwal implementasi maupun kesiapan pasokan bahan baku untuk campuran di atas B50.

Zulhas Belum Buka Suara Soal Pangan

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memilih menahan diri untuk berbicara banyak sebelum rapat dimulai. Ia menyatakan akan memberikan keterangan lebih lengkap usai mengikuti rapat.

Meski begitu, Zulhas tetap menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kondisi terbaru kecukupan sejumlah komoditas pangan strategis di dalam negeri. Ia belum memberikan angka spesifik soal stok maupun harga komoditas tersebut.

Kehadiran Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia dalam rapat ini menunjukkan pembahasan energi menyentuh aspek fiskal dan moneter. Keduanya berperan dalam skema subsidi energi maupun stabilitas nilai tukar yang memengaruhi biaya impor bahan bakar.

Dampak ke Anggaran dan Harga di Masyarakat

Keputusan soal campuran bahan bakar di atas B50 berimplikasi langsung pada postur anggaran subsidi dan kompensasi energi. Setiap kenaikan persentase campuran biodiesel menuntut kesiapan pasokan minyak sawit mentah domestik serta penyesuaian insentif bagi produsen.

Bagi konsumen, arah kebijakan ini menentukan harga bahan bakar nonsubsidi dan ketersediaan stok di SPBU. Pemerintah belum mengumumkan apakah akan ada penyesuaian harga dalam waktu dekat.

Rapat terbatas ini merupakan lanjutan dari rangkaian pertemuan serupa yang digelar Presiden Prabowo dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, Kepala Negara juga memanggil sejumlah menteri untuk membahas program prioritas pemerintahan.

Belum ada keterangan resmi dari Istana mengenai hasil lengkap rapat sore ini. Sejumlah menteri yang hadir juga belum memberikan pernyataan usai meninggalkan ruang rapat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index