EKONOMIDIGITAL.CO.ID — Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) NTT mencatat pariwisata Labuan Bajo kembali normal sebulan setelah gempa Flores 15 Agustus 2026. Travel agent kembali menerima order tamu, destinasi wisata dibuka, dan wisatawan datang dan pergi seperti sedia kala.
Ketua Asita NTT Oyan Kristian menyatakan otoritas telah mengonfirmasi bahwa destinasi wisata di Labuan Bajo kembali dibuka. Reservasi mulai masuk lagi setelah sempat terhenti akibat gempa besar yang melanda Flores pada 15 Agustus 2026.
"Pariwisata di Labuan Bajo sudah berjalan normal, kami sudah mendapatkan update dari otoritas bahwa untuk destinasi wisata sudah kembali dibuka, untuk saat ini situasi normal kembali, reservasi masuk, wisatawan datang dan pergi," jelas Oyan saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2026).
44 Pembatalan dan Perubahan Jadwal Saat Gempa
Saat gempa terjadi, Asita mencatat 44 pembatalan dan perubahan rencana perjalanan yang diterima travel agent dari wisatawan yang sudah melakukan order. Wisatawan khawatir dengan situasi gempa di NTT sehingga membatalkan kedatangan.
Sebagai solusi, travel agent menawarkan perubahan jadwal tanpa tambahan biaya yang bisa dilakukan kapanpun. Opsi kedua adalah pengembalian dana atau refund 100% jika wisatawan tidak mau melakukan perubahan jadwal.
Pulau Flores Dinyatakan Aman untuk Dikunjungi
Oyan memastikan Pulau Flores aman untuk didatangi dan wisatawan akan terlayani dengan baik. Ia meminta pemerintah aktif menginformasikan jika Flores sudah aman untuk didatangi wisatawan.
Menurut Oyan, informasi resmi soal keamanan Flores penting sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana besar. Tanpa kabar yang jelas, wisatawan berpotensi menunda kunjungan meski kondisi sudah pulih.
Destinasi Unggulan dan Target Kunjungan
Pulau Flores khususnya Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi unggulan Indonesia. Berbagai daya tarik tersedia mulai dari pesisir pantai, desa wisata Wae Rebo, hingga Taman Nasional Komodo.
Di Labuan Bajo juga terdapat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Golo Mori yang disiapkan menjadi pusat pariwisata terpadu. Kementerian Pariwisata mencatat kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo pada 2025 sejumlah 500.008 orang.
Pengungsi Masih 46.461 Orang
Gempa besar melanda Flores pada 15 Agustus 2026 lalu dan menyebabkan 150.000 orang lebih mengungsi saat awal gempa. BNPB mencatat saat ini pengungsi masih 46.461 orang.
Jumlah korban meninggal mencapai 142 orang, 94 di antaranya meninggal di pengungsian. Data tersebut menunjukkan dampak bencana masih terasa meski aktivitas pariwisata mulai berdenyut kembali.
Pemulihan sektor pariwisata Labuan Bajo menjadi penopang ekonomi warga Flores yang menggantungkan penghidupan dari kunjungan wisatawan. Kepastian informasi soal keamanan destinasi menjadi kunci mempercepat kembalinya reservasi ke level normal.