EKONOMIDIGITAL.CO.ID — Perusahaan di San Mateo County, California, yang mengganti pekerja manusia dengan robot otonom kini diwajibkan menyediakan kompensasi bagi karyawan yang terdampak. Aturan baru ini menjadi yang pertama di Amerika Serikat dan berpotensi menjadi preseden bagi daerah lain yang menghadapi gelombang otomatisasi. Kebijakan ini muncul saat robot humanoid mulai masuk ke gudang, pabrik, hingga bandara di berbagai negara.
Dewan Pengawas San Mateo County menyetujui peraturan sistem perizinan bagi bisnis yang menggunakan robot otonom berbasis kecerdasan buatan. Pemungutan suara berlangsung dengan hasil 4-0, seperti dilaporkan laman The Register. Peraturan ini digagas oleh Supervisor Ray Mueller.
Kebijakan tersebut tidak hanya mengatur soal keselamatan publik, tetapi juga menetapkan kewajiban bagi perusahaan untuk melindungi pekerja yang tergantikan oleh mesin. Jika diadopsi penuh, perusahaan harus mengajukan izin untuk robot bertenaga baterai lithium-ion yang dilengkapi kamera atau sensor dan beroperasi secara otonom di area yang dapat diakses pekerja atau publik.
Kewajiban Perusahaan di Balik Penggunaan Robot
Selain mengungkap informasi soal keamanan dan produsen robot, perusahaan wajib menyerahkan Penilaian Dampak Ekonomi dan Rencana Mitigasi Tenaga Kerja. Rencana ini mengharuskan perusahaan memilih satu dari tiga opsi untuk pekerja yang tergantikan mesin.
Opsi pertama, pekerja dialihkan ke posisi lain dengan upah setidaknya setara. Opsi kedua, pekerja diberi pemberitahuan 60 hari sebelumnya plus pesangon. Opsi ketiga, perusahaan membayar "Biaya Dampak Otomatisasi County" yang baru ke Dana Pelatihan Ulang Tenaga Kerja.
Dana tersebut digunakan untuk membiayai pelatihan ulang bagi pekerja yang kehilangan mata pencaharian akibat otomatisasi. Dengan begitu, sebagian biaya ditanggung perusahaan yang memperkenalkan robot. Perusahaan yang memilih opsi ini membayar ke dana county yang ditujukan membantu pekerja terdampak mempelajari keterampilan baru dan mencari pekerjaan lain.
County menyatakan adopsi final masih menunggu, dengan peraturan berlaku 30 hari setelahnya.
Gelombang Robot Humanoid di Berbagai Industri
Ancaman terhadap lapangan kerja bukan lagi soal AI semata. Robot humanoid telah merambah lebih banyak industri dalam beberapa tahun terakhir. Amazon sudah menggunakan robot di gudangnya bertahun-tahun, sementara BMW mengumumkan rencana mempekerjakan humanoid buatan Figure di pabriknya.
Rencana Hyundai memicu serikat pekerja memperingatkan adanya "guncangan ketenagakerjaan yang besar". Mesin serupa juga diuji Japan Airlines di Bandara Haneda, Tokyo, sebagai asisten penanganan bagasi.
Di Polandia, kejadian tak biasa terjadi bulan ini. Sekelompok robot humanoid "berunjuk rasa" di luar kementerian urusan digital negara itu, menuntut regulasi AI dan otomatisasi yang lebih ketat untuk melindungi pekerja manusia dari penggantian. Faktanya, itu adalah demonstrasi kecanggihan robot, diselenggarakan kelompok pro-pekerja.
Dampak bagi Pekerja dan Perusahaan
Kebijakan San Mateo County menempatkan tanggung jawab finansial dan sosial pada perusahaan yang mengadopsi otomatisasi. Perusahaan tidak bisa sekadar mengganti manusia dengan mesin tanpa konsekuensi.
Ada tiga jalur yang bisa dipilih: mempertahankan pekerja dengan upah setara, memberi kompensasi pesangon, atau membayar biaya yang mendanai pelatihan ulang. Setiap opsi memiliki implikasi biaya yang harus dihitung perusahaan sebelum mengadopsi robot.
Langkah ini berpotensi menjadi rujukan bagi wilayah lain di Amerika Serikat yang menghadapi tekanan serupa. Namun, adopsi final masih menunggu dan peraturan baru berlaku 30 hari setelah disahkan.
Bagi industri robotika dan perusahaan teknologi, aturan ini menambah lapisan kepatuhan baru. Bagi pekerja, setidaknya ada jaring pengaman ketika mesin mengambil alih tugas mereka.