Gadai Budi Gadai Naik 23,9 Persen, Tren Makan Tabungan Jadi Pemicu

Minggu, 20 September 2026 | 14:02:00 WIB
Gadai Budi Gadai Naik 23,9 Persen, Tren Makan Tabungan Jadi Pemicu

EKONOMIDIGITAL.CO.ID — PT Budi Gadai Indonesia mencatat penyaluran pembiayaan gadai naik 23,9 persen secara tahunan hingga Agustus 2026. Kenaikan itu terjadi saat masyarakat mulai memakai tabungan untuk kebutuhan sehari-hari dan mencari dana tunai tanpa melepas aset.

Direktur PT Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring menyebut gadai bisa jadi alternatif saat kebutuhan dana meningkat, sementara pendapatan atau tabungan terbatas. Nasabah tetap memegang kepemilikan atas asetnya meski memperoleh dana tunai.

Bukan Satu-satunya Pendorong

Budiarto menegaskan fenomena makan tabungan tidak otomatis menjadi penentu tunggal kenaikan transaksi gadai. Minat masyarakat juga dipengaruhi kebutuhan dana, kondisi ekonomi, karakteristik nasabah, serta kemudahan akses ke layanan pergadaian.

"Dalam kondisi tersebut, gadai dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh dana tunai dengan tetap mempertahankan kepemilikan atas asetnya," ujar Budiarto kepada Kontan, Jumat (18/9/2026).

Meski menyebut angka pertumbuhan 23,9 persen, Budiarto tidak mengungkap nilai penyaluran pembiayaan Budi Gadai secara nominal. Ia hanya menyatakan lonjakan itu mencerminkan minat dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan gadai masih cukup baik.

Elektronik hingga Emas Jadi Jaminan Favorit

Dari sisi barang jaminan, nasabah Budi Gadai masih didominasi kategori elektronik, kendaraan, dan jenis lainnya. Emas dan perhiasan tetap menjadi pilihan yang cukup diminati.

Budiarto menjelaskan mayoritas nasabah menggadaikan barang untuk kebutuhan dana jangka pendek. Ragam kebutuhannya mulai dari rumah tangga sehari-hari, biaya pendidikan, biaya kesehatan, membayar tagihan, hingga keperluan mendesak lain.

Cukup banyak pula nasabah yang memakai dana gadai untuk menambah modal usaha atau menutup kebutuhan operasional. Menurut Budiarto, dana gadai tidak melulu konsumtif, tetapi juga bisa mendukung kebutuhan produktif seperti usaha.

"Jadi, penggunaan dana gadai tidak hanya untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat digunakan untuk kebutuhan produktif seperti usaha," ungkapnya.

Setiap nasabah punya kebutuhan berbeda, sehingga tujuan penggunaan dana gadai sangat beragam. Kondisi itu membuat layanan gadai tetap punya ruang tumbuh di tengah tekanan ekonomi rumah tangga.

Bagi masyarakat, pertumbuhan pembiayaan gadai menjadi sinyal bahwa akses dana tunai cepat masih dibutuhkan, terutama saat tabungan menipis. Bagi industri pergadaian, tantangannya menjaga pertumbuhan tanpa mengabaikan penilaian risiko barang jaminan dan kemampuan bayar nasabah.

Terkini