JAKARTA - Pemerintah mematok target ekspor dari sektor industri makanan dan minuman (mamin) Indonesia pada 2029 mampu menyentuh angka 83,08 miliar dollar AS atau setara Rp 1.475 triliun (berpatokan pada kurs Rp 17.753 per dollar AS).
Target tersebut seiring langkah pemerintah dalam memperkuat daya saing industri mamin dalam negeri sekaligus memperluas jangkauan produk lokal ke pasar internasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kini tengah menggenjot penguatan sektor mamin nasional. Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza mengutarakan bahwa Indonesia menyimpan potensi besar guna mengokohkan posisinya sebagai pusat produksi, inovasi, hingga investasi pangan pada ranah global.
“Industri manufaktur kami semakin solid. Ke depan, kekuatan ini harus diterjemahkan menjadi produk yang bernilai tambah, berkualitas, inovatif dan berdaya saing di pasar global,” ujar Faisol dalam rilis resminya, Jumat (18/9/2026).
Guna mengejar capaian target itu, pemerintah bakal menerapkan sederet langkah strategis, salah satunya mempercepat hilirisasi yang berbasis pada sumber daya alam lokal.
Di samping itu, Kemenperin mengarahkan peningkatan nilai tambah bahan baku, pengetatan standar kualitas, hingga peningkatan efisiensi penggunaan kapasitas pabrik hingga 70 persen.
Pemerintah turut membidik perluasan jangkauan pasar produk mamin Indonesia ke 20 negara tujuan ekspor anyar yang tersebar di wilayah Amerika, Eropa Timur, Timur Tengah, sampai Asia Selatan.
Faisol menggarisbawahi bahwa penguatan sektor mamin ini sejalan dengan tren perkembangan manufaktur Indonesia secara menyeluruh. Merujuk data Manufacturing Value Added (MVA) 2025 rilis World Bank, nilai tambah industri manufaktur tanah air menembus 275,61 miliar dollar AS. Capaian tersebut menempatkan Indonesia di urutan ke-12 dunia sekaligus memimpin di kawasan Asia Tenggara.
Sejalan dengan penguatan sektor industri dalam negeri, Kemenperin bakal menggelar Industrial Festival 2026 sebagai sarana edukasi, kolaborasi, dan eksplorasi dunia industri yang dikemas kreatif bagi generasi muda.
Mengusung tema utama “Start Your Journey”, perhelatan ini diharapkan sanggup memantik peran aktif anak muda menjadi pelaku industri, inovator, maupun entrepreneur di masa mendatang.
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa Industrial Festival merupakan manifestasi komitmen Kemenperin dalam memupuk optimisme anak muda terhadap prospek industri nasional yang kian adaptif, modern, dan berdaya saing global.
“Industrial Festival bukan sekadar event, tetapi menjadi ruang aktualisasi bagi generasi muda untuk melihat langsung berbagai peluang dan transformasi yang sedang berlangsung di sektor industri. Kami ingin generasi muda Indonesia berani memulai perjalanan mereka di sektor industri nasional yang kini semakin inovatif, hijau, dan berbasis teknologi,” kata Menperin.
Agus menandaskan bahwa sektor industri manufaktur nasional terus memperlihatkan daya tahan yang solid di tengah dinamika global. Oleh sebab itu, dibutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang kreatif, adaptif, serta cakap dalam menjawab disrupsi teknologi maupun tantangan keberlanjutan.
“Generasi muda harus menjadi bagian dari transformasi industri nasional. Mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi dan inovasi industri masa depan,” tegasnya.
Industrial Festival 2026 bakal menghadirkan serangkaian agenda menarik, mulai dari inspiring talkshow, community engagement, coaching clinic, layanan publik on location, career and networking corner, hingga kompetisi content creation. Pada edisi tahun ini, Industrial Festival turut bersinergi dengan dua agenda besar nasional, yakni Halal Indo 2026 pada 24-27 September 2026 di ICE BSD Tangerang, serta peringatan Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko S.A. Cahyanto membeberkan bahwa Industrial Festival menjadi wahana strategis guna memperkuat saluran komunikasi publik Kemenperin sekaligus mengenalkan ekosistem industri nasional lebih dekat kepada masyarakat, khususnya kalangan muda.
“Melalui Industrial Festival, kami ingin membangun awareness bahwa industri manufaktur memiliki peluang karier yang luas, inovasi yang berkembang pesat, dan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Karena itu, pendekatan komunikasi kepada generasi muda perlu dilakukan dengan cara yang kreatif, inklusif, dan interaktif,” ujar Eko.
Selain menyajikan edukasi seputar perkembangan industri masa depan, perhelatan ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku industri, komunitas, akademisi, hingga media. Kemenperin turut menyediakan layanan publik secara langsung di lokasi acara demi menghadirkan pelayanan yang lebih responsif dan dekat dengan masyarakat.