Menhan Sjafrie Sampaikan Terima Kasih ke Jepang Terkait Bantuan Karhutla

Menhan Sjafrie Sampaikan Terima Kasih ke Jepang Terkait Bantuan Karhutla
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menghaturkan rasa terima kasih kepada Menhan Jepang Shinjiro Koizumi atas kiriman bantuan tiga unit helikopter CH-47 Chinook untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.

Pernyataan apresiasi tersebut disampaikan Sjafrie secara langsung lewat sambungan telepon dengan Koizumi di sela-sela peninjauan kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki kepunyaan Jepang di Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa (15/9/2026).

"Sebagai Menteri Pertahanan, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi atas respons cepat dalam memberikan bantuan helikopter CH-47 yang dilengkapi kemampuan pemadaman kebakaran," ujar Sjafrie dikutip dari siaran pers, Rabu (16/9/2026).

Pada momen tersebut, Sjafrie turut berbincang bersama sejumlah pimpinan jajaran pasukan Jepang terkait perkembangan penanganan operasi bantuan di lapangan. 

Beberapa perwira yang hadir meliputi Joint Force Commander Col Nakahara Syunzi, 1st Amphibious Squadron Commander Col Noma Toshihide, JS Kunisaki Commander Lt. Col Osanai Tetsuya, CH-47 Squadron Commander Lt. Col Wakatsuki, serta pimpinan tim aju Col Ichihasi.

Mekanisme koordinasi antara TNI serta pasukan Jepang ikut melibatkan unsur tiga matra yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, maupun TNI Angkatan Udara yang diterjunkan untuk mengawal koordinasi sepanjang jalannya operasi.

Dukungan operasional dari tiga unit helikopter CH-47 tersebut lantas dipadukan dengan satuan tugas TNI yang mendampingi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Pemerintah Indonesia ditegaskan tetap mengoptimalkan seluruh potensi kemampuan nasional demi menjinakkan karhutla, sedangkan armada helikopter Jepang dimanfaatkan sebagai kekuatan tambahan.

Agenda operasi helikopter Jepang tersebut juga diproyeksikan untuk digeser menuju area Ketapang, Kalimantan Barat. Pengalihan posisi ini diputuskan dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah yang dinilai lebih ideal bagi pengoperasian armada CH-47 Chinook.

Sjafrie memaparkan bahwa sinergi tersebut menjadi wujud nyata dari hubungan kemitraan pertahanan antara Indonesia dan Jepang, termasuk dalam implementasi Defense Cooperation Agreement (DCA).

"Yang paling penting adalah bagaimana seluruh kemampuan yang ada dapat digunakan untuk melindungi masyarakat, mempercepat pemadaman, dan mengurangi dampak Karhutla. Itulah manfaat nyata dari hubungan baik dan diplomasi pertahanan Indonesia dan Jepang," pungkas Sjafrie.

Sesuai pemberitaan sebelumnya, Pemerintah Jepang menerjunkan tiga helikopter CH-47 Chinook demi menyokong proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. 

Tiga alutsista udara itu diangkut menggunakan kapal Japan Ship (JS) Kunisaki dan mendarat di Pelabuhan Kijing, Sungai Kunyit, Mempawah, Kalimantan Barat pada Kamis (10/9/2026).

Selain mengangkut tiga helikopter CH-47 Chinook, JS Kunisaki turut membawa 150 personel awak kapal. Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, armada CH-47 Chinook ditempatkan di bawah naungan kendali Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index